|
JENIS-JENIS PUASA
|
|
Puasa Wajib
|
- Puasa
pada bulan Ramadhan atau qadha' kerananya.
- Puasa
Kifarah (denda) bagi orang yang berkata kepada
isterinya dengan perkataan: "Belakang awak
seperti belakang emak saya" dan seumpamanya.
- Puasa
Kifarah (denda) bagi orang yang membunuh orang.
- Puasa
Kifarah (denda) bagi orang yang bersetubuh pada
siang hari bulan Ramadhan.
- Puasa
ganti Dam Haji Tamattu' bagi orang yang menunaikan
fardhu haji.
- Puasa
ganti daripada Dam Haji sahaja.
- Puasa
sebab luput Nusuk (mengerjakan ibadah haji).
- Puasa
ganti daripada mengeluarkan fidyah
- Puasa
Kifarah kerana bersumpah
|
|
Puasa Sunat
|
- Puasa pada hari Isnin dan
Khamis
- Puasa pada hari yang kesembilan
bulan Dzulhijjah bagi orang yang tidak mengerjakan
haji
- Puasa pada hari 'Asyura'
( hari yang kesepuluh) bulan Muharram.
- Puasa pada hari 'Tasu'a'
(hari yang kesembilan) bulan Muharram.
- Puasa pada hari-hari: 13,
14 dan 15 pada tiap-tiap bulan Islam melainkan
pada 13 Dzulhijjah (dihukumkan haram).
- Puasa pada 28,29 dan 30
haribulan tiap-tiap bulan Islam.
- Puasa enam hari pada bulan
Syawal(lebih afdhal kiranya dikerjakan dengan
berturut-turut)
- Puasa hari yang kelima
belas pada bulan Sya'aba (Nisfu Sya'ban.
|
|
Puasa Makhruh
|
- Puasa orang yang mendapat
sakit yang bersangatan.
- Puasa orang yang dalam
perjalanan atau pelayaran.
- Puasa orang yang sangat
tua.
- Puasa yang asalnya sunat
dikerjakan oleh orang yang ada menanggung puasa
qadha'.
- Puasa perempuan yang hamil.
- Puasa pada hari Jumaat.
- Puasa pada hari Sabtu yang
tidak dihubungkan dengan hari yang lainnya.
- Puasa pada hari 'Arafah
bagi orang yang mengerjakan haji.
- Puasa sepanjang-panjang
tahun (sepanjang masa)
|
|
Puasa Haram
|
- Puasa pada Hari Raya Fitrah
(Raya Puasa).
- Puasa pada Hari Raya Adha
(Raya Haji).
- Puasa pada hari tasyrik
(11, 12 dan 13 Dzulhijjah).
- Hari yang disyaki hari
pertama bulan Ramadhan.
- Hari-hari selepas 15 haribulan
Sya'ban, jika bukan puasa qadha' atau nazar
atau bukan hubungan dengan puasa pada hari yang
sebelumnya atau bukan hari yang ia telah biasa
mengerjakan puasa.
- Puasa sunat bagi perempuan
tanpa izin suami.
|
|